Little Things!
Kamis, 28 November 2013
Jumat, 22 November 2013
Bolehkah aku membeli waktu ayah 1 jam saja
Pada suatu hari, seorang
laki-laki pulang dari bekerja larut malam. Hari itu sangat melelahkan baginya.
Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia 5 tahun sudah menunggunya
di depan pintu rumah.
Anak: “Ayah, boleh aku bertanya?”
Ayah: “yah, boleh, ada apa?”
jawab sang ayah.
Anak: “Ayah, berapa gaji ayah
dalam satu jam?”
Ayah: “Bukan urusan mu.. ngapain
kamu nanya-nanya hal begitu??” jawab sang ayah dengan marah.
Anak: ” Aku cuma pengen tahu
ayah… tolonglah ayah, beritahu aku, berapa penghasilan ayah dalam sejam?” tanya
si anak dengan memelas
Ayah: “baiklah, jika kamu emang
pengen tahu, gaji ayah mu ini Cuma Rp.20.000 sejam.. puas?” jawab si ayah
dengan ketus.
Anak: ” Oh…” ujar si anak sambil
menundukkan kepala… kemudian ia kembali bertanya
Anak: “ayah, boleh nggak aku
minta Rp.10.000?” tanya si anak dengan ragu-ragu..
Begitu mendengar pertanyaan
terakhir anaknya, kekesalan sang ayah langsung memuncak….
Pada saat itu juga sang ayah
langsung berkata: “oh.. jadi kamu nanya gaji ayah berapa Cuma mau minta uang
untuk beli mainan2 ga penting atau barang2 ga berguna lain ya? Kalau begitu
sekarang kamu cepat masuk ke kamar mu dan TIDUR… kau tau sekarang jam berapa
HAH? Mikir dong… ayah kerja keras tiap hari untuk kamu dan mama mu, tapi kamu
egois sekali… kelakuanmu sungguh memalukan” .
Dengan wajah sedih dan kepala
menunduk si anak segera menuju ke kamarnya tanpa berkata-kata.. terlihat jelas
bahwa ia sangat sedih mendengarkan perkataan ayahnya… ia segera masuk kedalam
kamarnya dan menutup pintu dengan perlahan.
Sang ayah lalu duduk di kursi dan
tanpa sengaja kembali memikirkan permintaan anaknya barusan ditengah malam buta
seperti saat itu. Dalam pikirannya ia sangat kesal dan tak habis pikir kok
teganya anak yang disayanginya itu malah menanyakan uang disaat ia baru saja
pulang dan capek setelah bekerja keras seharian.
Setelah beberapa jam berlalu,
sang ayah mulai tenang, dan ia bisa berpikir sedikit lebih jernih. Ia kemudian
berpikir: “yah, namanya juga anak-anak…atau mungkin saja anak ku memang
membutuhkan uang Rp.10.000 itu untuk membeli sesuatu yang sangat penting
baginya. Lagi pula, anak ku itu tidak terlalu sering minta uang kok.”
Lalu sang ayah segera menuju
kekamar anaknya, lalu membuka pintu kamar anaknya itu.
“kamu udah tidur sayang?” tanya
sang ayah.
“belum ayah”, jawab anaknya
dengan suara agak terbata-bata.
“Ayah udah berpikir, mungkin tadi
ayah terlalu keras” kata sang ayah.
“Hari ini sangat melelahkan buat
ayah, ayah minta maaf telah melampiaskan kekesalan ayah padamu. Ini, Rp.10.000
yang kamu minta tadi” kata sang ayah dengan nada lembut.
Si anak seketika itu juga
langsung berdiri dan tersenyum. “OH… terima kasih ayah… ” ujar anaknya dengan
riang.
Kemudian, ia merogoh kebawah
bantalnya dan mengeluarkan setumpuk uang kertas yang sudah lusuh. Si anak
kemudian mulai menyusun dan merapikan uang yang dimilikinya itu diatas kasur.
Ketika sang ayah melihat ternyata
anaknya sudah punya uang dalam jumlah yang cukup banyak, ia kembali marah dan
kesal.
“Untuk apa kamu minta uang lagi
kalau kamu udah punya uang sebanyak itu?” tanya sang ayah dengan nada tinggi.
“Soalnya sebelum ayah kasih,
uangnya nggak cukup ayah…” jawab sang anak.
“Tapi sekarang aku udah punya
uang yang cukup”, kata si anak kemudian.
“Ayah, sekarang aku sudah punya
Rp.20.000.. boleh nggak aku membeli waktu ayah satu jam saja…?” tanya anaknya
dengan nada sungguh-sungguh dan polos.
Mendengar perkataan anaknya, sang
ayah langsung terenyuh dan menangis.. ia lalu segera merangkul anak yang disayanginya
itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..
“Maafkan ayah sayang…” ujar sang
ayah.
“Ayah telah khilaf, selama ini
ayah lupa untuk apa ayah bekerja keras…maafkan ayah anakku…” kata sang ayah
ditengah suara tangisnya. Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang ayah…
Cerita ini hanyalah untuk
mengingatkan kita semua yang selalu bekerja keras dalam hidup ini. Janganlah
kita membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa kita sempat menikmati waktu
yang sangat berharga tersebut bersama orang-orang yang sangat kita sayangi dan
sangat berarti dalam hidup kita.
Ingatlah untuk selalu berusaha
menyisihkan waktu seharga Rp.20.000 untuk orang-orang yang Anda cintai dan
sayangi.
Jika kita meninggal besok,
perusahaan tempat kita bekerja dapat dengan mudah mengganti orang yang
menempati posisi kita hanya dalam hitungan hari..
Tapi, keluarga dan orang dekat
tercinta yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan itu sepanjang hidupnya.
Kamis, 21 November 2013
Assalamu'alaikum,,
Sebelumnya penulis pengen
ngenalin diri dulu.
Nama saya Shafitri Chandra
Dewi, panggil aja Pipit, hobi saya baca buku apalagi novel. Saya lahir di
Jakarta, tepatnya RSPAD Gatot Subroto,, sekarang saya sekolah di SMKN 23
JAKARTA, tepatnya kelas X AKUNTANSI 2,, saya juga alumni SMPN 129 JAKARTA.
Insya Allah kedepannya saya
bakal aktif nge-blog disini :)), mulai dari nge-post tentang pelajaran sampe
cerita cerita,, heheeheh,
Mungkin segitu dulu aja ya
perkenalannya,, bingung mau nulis apalagi. Makasih udah mampir, dan jangan
bosen bosen yahh :)),,,
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)